Nusantara

Pemerintah Indonesia Prioritaskan Keselamatan Jamaah Umrah usai Eskalasi Iran vs AS-Israel

Sekaltim.co – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan.

Terkait penundaan keberangkatan jamaah umrah Indonesia, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa keselamatan jamaah menjadi prioritas utama.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah untuk menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan aman,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu 1 Maret 2026.

Pemerintah juga memastikan koordinasi intensif dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Langkah ini ditempuh untuk menjamin keamanan jemaah yang saat ini masih berada di Tanah Suci maupun yang tertunda kepulangannya.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah serangan rudal yang diklaim berasal dari Iran mengarah ke Bandara Internasional Riyadh pada Minggu 1 Maret 2026. Sistem pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat rudal tersebut sebelum mencapai target, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti. Insiden ini terjadi menyusul eskalasi konflik pascaserangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Dalam rangkaian ketegangan tersebut, sejumlah bandara di kawasan Teluk seperti Dubai, Abu Dhabi, Kuwait City, dan Manama juga dilaporkan terdampak penutupan ruang udara. Situasi keamanan yang dinamis dan sulit diprediksi membuat pemerintah Indonesia mengambil langkah preventif demi melindungi warga negara.

Data terbaru menyebutkan lebih dari 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa penutupan sejumlah jalur udara menyebabkan maskapai membatalkan penerbangan. Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah opsi, mulai dari pengalihan rute, penjadwalan ulang, hingga koordinasi akomodasi jika penundaan berlangsung cukup lama.

Salah satu yang terdampak adalah pasangan artis Meisya Siregar dan Bebi Romeo. Keduanya tertahan di Makkah setelah penerbangan pulang dibatalkan akibat penutupan ruang udara Uni Emirat Arab. Melalui media sosial, Meisya mengaku pasrah dan meminta doa agar seluruh jemaah yang tertahan diberikan keselamatan.

Untuk memastikan pengawasan optimal, Kemenhaj membentuk tiga tim di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji di Jeddah. Tim ini bertugas mendata, memantau, serta memastikan jemaah memperoleh akomodasi yang layak dan aman.

Meski jamaah umrah Indonesia terdampak konflik geopolitik Timur Tengah, pemerintah menegaskan bahwa persiapan ibadah haji 1447 H/2026 M masih berjalan sesuai rencana. Evaluasi situasi akan terus dilakukan secara berkala. Pemerintah berharap kondisi kawasan segera stabil agar aktivitas penerbangan dan ibadah dapat kembali normal tanpa risiko keamanan yang membayangi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!