PerkaraSamarinda

Alasan Pembunuhan Berencana Disertai Mutilasi di Sempaja Samarinda Terungkap, 2 Pelaku Dibekuk

Samarinda, Sekaltim.co – Kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang menggemparkan warga Sempaja Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya diungkap aparat kepolisian. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Sempaja Utara dan sempat membuat suasana Lebaran 2026 berubah mencekam.

Pembunuhan berencana disertai mutilasi yang menggemparkan warga Sempaja Samarinda ini, menurut Kapolresta Samarinda Hendri Umar, dilakukan dua tersangka utama. Polisi menangkap keduanya hanya dalam waktu kurang dari 12 jam setelah penemuan jasad korban.

Korban diketahui seorang perempuan berinisial S (35), yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh terpotong menjadi tujuh bagian di kawasan Jalan Gunung Pelanduk, Kelurahan Sempaja Utara, pada Sabtu 21 Maret 2026, bertepatan dengan hari pertama Idulfitri.

Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial J (53), yang merupakan suami siri korban, serta M (56), seorang ibu rumah tangga. Keduanya diduga memiliki peran penting dalam aksi pembunuhan berencana tersebut.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kerja cepat tim Inafis yang berhasil mengidentifikasi sidik jari korban dalam waktu kurang dari dua jam setelah jasad ditemukan. Dari situ, polisi langsung menelusuri orang-orang terdekat korban hingga mengarah pada kedua pelaku.

“Hanya dalam jangka waktu tidak sampai dari 12 jam, jajaran kami sudah bisa mengamankan dua orang yang diduga kuat sebagai tersangka pelaku utama peristiwa mutilasi ini,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat memberikan keterangan pers di Samarinda, Minggu 22 Maret 2026.

Polisi kemudian bergerak cepat melakukan pengejaran. Tersangka J berhasil ditangkap saat bersembunyi di sebuah masjid, sementara tersangka M diamankan di kediamannya.

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa aksi keji ini ternyata sudah direncanakan sejak Januari 2026. Kedua pelaku bahkan telah melakukan survei lokasi untuk pembuangan jasad korban.

Motif pembunuhan ini disebut karena rasa sakit hati akibat dugaan perselingkuhan, ditambah keinginan pelaku untuk menguasai harta milik korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, motif kejahatan ini dipicu oleh rasa sakit hati akibat tuduhan perselingkuhan sekaligus adanya niat serakah para pelaku untuk menguasai harta benda berharga milik korban,” ungkap Hendri.

Aksi pembunuhan terjadi pada Kamis 19 Maret 2026 dini hari. Tersangka J diduga menganiaya korban menggunakan balok kayu hingga tewas.

Setelah itu, kedua pelaku memutilasi tubuh korban menggunakan senjata tradisional. Tujuannya untuk menghilangkan jejak dan mempermudah pembuangan.

Potongan tubuh korban kemudian dibuang di lokasi yang telah disiapkan sebelumnya di wilayah Sempaja Utara.

Kasus ini sontak mengundang perhatian luas masyarakat, tidak hanya karena kekejamannya, tetapi juga karena terjadi di momen Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan.

Kedua tersangka kini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Mereka terancam hukuman berat, mulai dari penjara maksimal 20 tahun, seumur hidup, hingga hukuman mati sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman korban yang dilaksanakan pada Senin 23 Maret 2026 di tempat pemakaman umum Jalan Kenanga 7.

Keluarga korban tampak terpukul atas kejadian ini. Tangis pecah saat jenazah dimakamkan setelah seluruh bagian tubuhnya berhasil disatukan.

Ibu angkat korban, Asmuriyani, tidak kuasa menahan kesedihan saat melepas kepergian anak angkatnya yang telah dirawat selama belasan tahun.

Keluarga pun berharap aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang menggemparkan warga Sempaja Samarinda menghebohkan masyarakat akibat kekejian yang dilakukan para tersangka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!