Halal Bihalal Sijaka Kutai Barat, Kuatkan Kebersamaan dan Toleransi di Tengah Keberagaman
Kubar, Sekaltim.co – Kegiatan halal bihalal digelar Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan (Sijaka) Kutai Barat, Selasa, 14 April 2026.
Dalam agenda halal bihalal Sijaka Kutai Barat ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan menjaga harmoni dalam keberagaman. Pesan ini disampaikan dalam
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nopandel, Bupati Kutai Barat menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat.
Ia menegaskan, halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya di tengah masyarakat yang majemuk.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi warga Jawa di Kutai Barat yang dinilai aktif dalam pembangunan daerah. Peran tersebut terlihat di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, UMKM hingga pemerintahan.
“Teruslah berkarya dan jadilah teladan dalam semangat gotong royong,” pesannya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjunjung falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Nilai ini dinilai relevan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya leluhur dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim) Seno Aji yang hadir bersama istri, Hj Wahyu Hernaningsih, menekankan bahwa tradisi halal bihalal merupakan kearifan lokal khas Indonesia yang mencerminkan persatuan lintas agama dan etnis.
Ia mengajak warga keturunan Jawa di Kutai Barat untuk terus menjunjung nilai toleransi, seperti tepa selira dan semangat rukun agawe santosa.
“Kita harus berjalan beriringan dengan seluruh etnis di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Seno Aji juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi arus informasi digital. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks.
Kegiatan halal bihalal Sijaka Kutai Barat ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar masyarakat selalu diberi kesehatan, keberkahan, dan perlindungan. Momentum ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kutai Barat yang harmonis, adil, dan sejahtera. (*)









