News Sekaltim

Muhammad Husni Fahruddin Minta Pemerintah dan Perusahaan Bertobat di Tengah Fenomena Sungai Mahakam Surut

Sekaltim.co – Fenomena alam Sungai Mahakam surut di Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi perhatian Muhammad Husni Fahruddin. Anggota DPRD Kaltim yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim itu meminta pemerintah dan perusahaan lebih serius menjaga lingkungan.

Muhammad Husni Fahruddin bahkan mengajak pemerintah daerah dan perusahaan untuk “bertobat”. Ia meminta seluruh aktivitas pemanfaatan sumber daya alam mengikuti aturan lingkungan.

“Saya sampaikan kepada Pak Dewan, sampaikan kepada pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, kepada perusahaan-perusahaan di sekitar sini, ayolah bertobat, ayo ditaati Amdal-nya sebaik mungkin,” kata Husni saat mengunjungi Ujoh Bilang, Mahakam Ulu belum lama ini.

Sungai Mahakam Surut dan Makin Dangkal

Husni datang langsung ke Ujoh Bilang bersama Gohen Merang Sapulete, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Mahakam Ulu. Kunjungan itu dilakukan setelah mendapat ajakan dari anggota DPRD Mahakam Ulu.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @muhammadhusnifahruddin pada 21 Agustus 2026, kondisi Sungai Mahakam terlihat jauh lebih dangkal.

Sebagian area sungai bahkan berubah menjadi hamparan batu. Warga memanfaatkan kawasan tersebut untuk bersantai dan beraktivitas.

Sejumlah warga juga terlihat berenang di bagian sungai yang dangkal. Namun kondisi kedangkalan sungai itu justru menyulitkan kendaraan air.

Speedboat tidak dapat melintas di sejumlah titik karena kedalaman air sangat rendah dan banyak batu.

“Coba bayangkan ini, sudah kayak bukan sungai lagi. Speed saja tidak berani lewat ini,” ujar Ayub sapaan akrabnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut berbeda jauh dengan situasi normal. Menurutnya, air Sungai Mahakam biasanya berada jauh lebih tinggi dan mendekati kawasan permukiman.

“Sekarang sudah surut,” katanya.

Dalam dugaan Husni, kondisi ini bukan semata karena faktor kekeringan musiman.

Husni Soroti Dampak Eksploitasi SDA

Husni mengakui kemarau dapat menjadi salah satu penyebab surutnya Sungai Mahakam. Namun, ia juga meminta seluruh pihak tak mengabaikan faktor kerusakan lingkungan.

Menurutnya, aktivitas perusahaan dan eksploitasi sumber daya alam di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Mahakam perlu mendapat perhatian serius.

Ia meminta pemerintah memastikan seluruh perusahaan menjalankan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sesuai ketentuan.

“Kalau menambah, kalau mengeksploitasi hutan, itu ada kaidah-kaidah yang memperhatikan dampak lingkungan,” ujarnya.

Husni mengingatkan masyarakat Kaltim agar tidak menganggap fenomena tersebut sebagai persoalan biasa.

Menurut catatan Balai Wilayah Sungai (BWS) K-IV PU SDA, DAS Mahakam adalah wilayah aliran sungai terbesar di Kalimantan Timur dengan luas sekitar 77.423 kilometer persegi dan panjang sungai utama sekitar 920 hingga 980 kilometer. DAS Mahakam melintasi Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, hingga Samarinda.

Warga Kaltim Diminta Waspada

Husni menilai kondisi Sungai Mahakam perlu menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah. Ia bahkan mengingatkan potensi persoalan kualitas dan keberlanjutan air jika kerusakan lingkungan terus terjadi.

“Masyarakat Kaltim harus hati-hati. Suatu saat Anda tidak akan bisa lagi minum air Mahakam,” katanya.

Ia juga menyinggung kondisi air Mahakam di Samarinda yang disebut mulai terasa asin. Menurutnya, berbagai perubahan lingkungan harus menjadi perhatian bersama.

Husni khawatir Sungai Mahakam dapat mengalami kerusakan lebih parah apabila eksploitasi sumber daya alam tidak dikendalikan.

Keadilan SDA untuk Kaltim

Sebelumnya, Husni juga menyoroti persoalan keadilan sumber daya alam di Kaltim.

Dalam unggahan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, ia menyebut Kaltim sebagai daerah penghasil sumber daya alam.

Menurut Husni, masyarakat Kaltim tidak boleh hanya menerima dampak lingkungan dari eksploitasi SDA. Ia meminta hasil kekayaan alam juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kaltim tidak menuntut MERDEKA, Kaltim meminta keadilan fiskal,” tulisnya.

Fenomena Sungai Mahakam surut di Ujoh Bilang Mahakam Ulu kini telah menjadi perhatian banyak pihak termasuk anggota DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin. Selain faktor kemarau, kondisi lingkungan dan aktivitas manusia di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam dinilai perlu dikaji secara serius agar keberlangsungan sungai tetap terjaga. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button