News Sekaltim

Kualitas Udara Kaltim 17 September 2026 Menurun: Kubar Berbahaya dan Samarinda Tidak Sehat

Sekaltim.co – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan penurunan pada Kamis, 17 September 2026 pukul 15.00 WITA. Data terbaru Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim menunjukkan beberapa daerah masuk kategori Tidak Sehat, bahkan Kutai Barat berada pada level Berbahaya.

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi ISPUnet terkait kualitas udara di Kaltim hari ini dan sejumlah stasiun pemantau, Kabupaten Kutai Barat atau Sendawar mencatat ISPU 363 dan masuk kategori Berbahaya.

Sementara itu, kategori Tidak Sehat dengan nilai ISPU 101–200 terpantau di sejumlah wilayah. Samarinda Taman Segiri mencatat 177, IKN Wonotirto KPIKN IKN-Samboja 143, Bontang Tanjung Laut 139, IKN Muara Jawa Tengah 122, Plaza Bhinneka KIPP IKN-Sepaku 112, dan Sanipah KPIKN IKN-Samboja 108.

Kualitas udara kategori Sedang juga terpantau di Penajam Paser Utara dengan nilai 92, Plaza Seremoni KIPP IKN Sepaku 87, dan Balikpapan Baru 80. Pengukuran manual atau portable mencatat Berau 98, Kutai Kartanegara 98, serta Paser 69.

DLH Kaltim mengingatkan kualitas udara Tidak Sehat hingga Berbahaya berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, dan ISPA. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru dan jantung perlu mendapat perhatian lebih.

Mengacu pada Permen LHK No. P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020, masyarakat diminta membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, menutup ventilasi rumah saat kondisi udara memburuk, serta memakai masker medis atau N95 jika harus beraktivitas di area terbuka.

Penurunan kualitas udara ini terjadi di tengah musim kemarau dan meningkatnya potensi karhutla yang dapat memicu kabut asap.

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji mengatakan Pemprov telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap, termasuk memberikan opsi pembelajaran daring bagi siswa SMA, SMK, dan sederajat.

“Adanya kabut asap yang melanda wilayah Provinsi Kaltim, kita telah mengeluarkan kebijakan agar siswa-siswi melakukan daring, serta kebijakan menggunakan masker bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah. Itu juga sudah kita lakukan,” kata Seno Aji, Kamis, melalui Instagram Pemprov Kaltim.

Menurut Seno, jumlah hotspot di Kaltim saat ini terus menurun. Namun, kualitas udara juga bisa dipengaruhi pergerakan asap dari provinsi lain.

“Namun demikian, Pemprov Kaltim terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Kaltim agar dapat melakukan pencegahan karhutla di daerah masing-masing,” ujarnya.

Pemprov Kaltim bersama instansi terkait terus memantau titik panas dan kondisi kabut asap yang berdampak pada kualitas udara. Masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button