Pelantikan Pejabat Baru Pemprov Kaltim, Gubernur Ambil Sumpah di Odah Etam
Sekaltim.co – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud melakukan pelantikan sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 24 Pejabat Fungsional baru di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Selasa 20 Oktober 2026. Total Gubernur Rudy Mas’ud melantik 33 pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim dalam upacara pengambilan sumpah/janji jabatan.
Pelantikan pejabat baru Pemprov Kaltim mencakup sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang pengisiannya dilakukan melalui proses manajemen talenta serta 24 pejabat fungsional. Penempatan pejabat mempertimbangkan kebutuhan organisasi, pengembangan kompetensi, dan ketentuan yang berlaku.
Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah:
1. Mohammad Irfan Prananta menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Kaltim,
2. Irhamsyah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
3. Armin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
4. Doni Fahroni sebagai Kepala Dinas Kehutanan
5. Yuli Fitriyanti sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD),
6. Andi Muhammad Arlan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa,
7. Astri Intan Nirwany Kepala Biro Umum
8. dr. Mulyono Wakil Direktur Penunjang RSUD Abdul Wahab Sjahranie
9. dr. Syamsul Hadi sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud mengingatkan para pejabat jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah dan tanggung jawab sekaligus ujian integritas.
“Jabatan ini bukan pemberian maupun hak semata, tetapi amanah dan tanggung jawab yang menjadi ujian integritas,” ujarnya seperti dilansir keterangan Pemprov Kaltim.
Gubernur meminta para pejabat menjalankan tugas dengan berorientasi pada pelayanan masyarakat dan memastikan setiap program pemerintah daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mendorong pejabat untuk berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas setiap kebijakan yang dijalankan. Tidak boleh hanya menunggu instruksi, tetapi harus memiliki inisiatif dalam menyelesaikan persoalan dan menjalankan program pemerintahan.
Ia meminta seluruh pejabat bekerja dalam satu arah, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjalankan kebijakan pemerintah daerah, serta memastikan setiap program pembangunan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Kami tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai membuat laporan atau menunggu instruksi. Kami membutuhkan pejabat yang cepat mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, mampu menyelesaikan masalah, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur juga meminta para pejabat meningkatkan profesionalisme, kapasitas, dan kualitas kerja sesuai bidang masing-masing. Inovasi juga diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan di Kalimantan Timur.
Kepada Pejabat Fungsional, ia meminta agar terus mengembangkan kompetensi sesuai keahlian masing-masing sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Rudy berharap pelantikan tersebut dapat menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Prinsipnya, orang yang tepat harus berada pada posisi yang tepat agar pelaksanaan program pemerintah berjalan efektif.
“Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi, dan berikan pengabdian terbaik bagi daerah dan masyarakat Kalimantan Timur,” katanya.
Pelantikan pejabat baru ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim. (*)









