Pemprov Kaltim

Kaltim Upayakan Kelistrikan PLN 100 Persen 2027, Kini Sisa 72 Desa

Sekaltim.co – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengupayakan target seluruh desa dan kelurahan teraliri listrik PLN. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menargetkan 100 persen desa di Benua Etam menikmati listrik PLN pada akhir 2027.

Target itu disampaikan Rudy dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN pada Desa Belum Berlistrik di Kalimantan Timur di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 14 September 2026.

Rudy menyebut persoalan kelistrikan Kaltim masih menjadi pekerjaan rumah. Pada akhir 2025, dari total 1.038 desa/kelurahan, sebanyak 109 desa belum teraliri listrik PLN.

Desa yang belum mendapat layanan PLN tersebar di Paser empat desa, Kutai Barat 21 desa, Berau 21 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Kutai Timur 13 desa.

“Kami harus memastikan semua rakyat Kaltim menikmati akses listrik PLN. Karena itu, mari kita kawal bersama agar pada 2027 seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen berlistrik PLN,” tandas Rudy melalui keterangan tertulis di Instagram Pemprov Kaltim, Senin.

Kebutuhan pembangunan jaringan listrik antardesa dan antardusun juga masih cukup besar. Total jaringan yang diperlukan mencapai sekitar 926,55 kilometer sirkuit (kms). Sementara itu, sekitar 58.725 kepala keluarga (KK) belum menikmati layanan listrik PLN.

Rudy mengatakan Pemprov Kaltim sudah melakukan sejumlah intervensi. Pada 2025, pemerintah menjalankan Program Pra-PLN, termasuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apdal di 13 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain itu, perluasan jaringan listrik antardusun dilakukan di 16 desa. Program tersebut ditujukan untuk menerangi 1.600 rumah dengan 1.803 KK.

“Tahun 2025 kita juga melakukan perluasan jaringan listrik antardusun di 16 desa untuk menerangi 1.600 rumah dan 1.803 kepala keluarga, dengan panjang SUTR 43.157 meter, SUTM 26.879 meter, serta 28 unit trafo,” ungkap Rudy.

Hasilnya mulai terlihat pada 2026. Pada semester I, Pemprov Kaltim meminta pemerintah pusat melalui Dirjen Ketenagalistrikan menyambungkan listrik ke 37 desa non-PLN.

Jumlah desa yang belum berlistrik kemudian turun dari 109 menjadi 72 desa.

“Tahun ini kita usulkan lagi penyelesaian untuk 36 desa non-PLN dan 2027 akan diselesaikan 36 desa lainnya,” tegas Rudy.

Rudy optimistis target 100 persen desa berlistrik PLN bisa tercapai pada akhir 2027. Target Kaltim ini bahkan lebih cepat dibandingkan target nasional Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik PLN pada 2029.

Namun, Rudy menekankan persoalannya bukan sekadar ada atau tidaknya listrik. Keandalan pasokan juga menjadi perhatian.

“Kaltim ini lumbungnya energi, Pak Dirjen. Tapi listrik kita belum semua menikmati. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal. Tidak seperti hari ini, listrik gantian hidup, bukan gantian mati,” keluhnya.

Menurut Rudy, listrik yang tidak stabil bisa mengganggu aktivitas warga sekaligus membuat investor berpikir ulang. Pasokan listrik yang andal menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan ekonomi dan investasi.

“Listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong gairah investasi,” tegasnya.

Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengapresiasi upaya Pemprov Kaltim dan pemerintah kabupaten dalam mempercepat pemerataan listrik.

“Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltim dan para bupati. Kami sangat mendukung percepatan penyediaan dan pemenuhan listrik di Kalimantan Timur. Kami akan lakukan seoptimal mungkin,” kata Tri.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah di Kaltim serta GM PLN UID Kaltimtara Muchammad Khaliq Fadli. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button