AnekaNews Sekaltim

Pemenang Dekranasda Award Kaltim 2026, 133 Produk Kriya di 4 Kategori

Sekaltim.co – Dekranasda Award Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 menjadi ajang unjuk kreativitas para perajin lokal. Sebanyak 133 produk kriya dari 10 kabupaten/kota ikut bersaing dalam empat kategori lomba.

Penghargaan kepada para pemenang Dekranasda Award Kaltim 2026 diserahkan Ketua Harian Dekranasda Kaltim Heni Purwaningsih di Galeri UMKM Provinsi Kaltim, Jalan Marsma R Iswahyudi, Balikpapan, Sabtu 31 Oktober 2026.

Heni hadir mewakili Ketua Dekranasda Kaltim. Penyerahan piagam tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kaltim kepada perajin dan pelaku usaha kreatif yang terus mengembangkan produk unggulan daerah.

Menurut Heni, Dekranasda Award bukan sekadar ajang perebutan penghargaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi sekaligus motivasi bagi perajin untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan daya saing produk lokal.

“Melalui Dekranasda Award ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para perajin yang telah bekerja keras menghasilkan produk-produk berkualitas. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan potensi kerajinan daerah,” ujarnya dikutip dari Berita Pemprov Kaltim, Senin 2 November 2026.

Proses penjurian berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Aula Lantai 4 Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim, Samarinda.

Ketua Tim Dewan Juri, Fitriansyah, membacakan keputusan pemenang melalui video yang diunggah akun Instagram Dekranasda Kaltim, Minggu 1 November 2026.

Dari total 133 produk, kategori serat alam diikuti 35 produk, kayu 33 produk, desain motif kain 44 produk, serta logam dan bahan lainnya sebanyak 21 produk.

Pada kategori serat alam, Square Handbag Doyo dari Otty Handbag binaan Dekranasda Kutai Timur meraih juara pertama.

Kategori kayu dimenangkan Lampu Tidur Begasing Tradisional karya Yusran Luky Ardana dari Dekranasda Samarinda.

Sementara itu, Kain Tenun Motif Mahakarya Tetua karya Rahmadina dari Dekranasda Kota Samarinda menjadi juara pertama kategori desain motif kain.

Untuk kategori logam dan bahan lainnya, juara pertama diraih karya Daur Ulang Limbah Kayu milik Subandi dari Dekranasda Samarinda.

Sejumlah perajin daerah lainnya juga berhasil membawa pulang penghargaan. Batik Tulis Kelompok Aseng Ehau binaan Dekranasda Kutai Barat meraih Juara Harapan III kategori kain.

Dari Balikpapan, Iwatik meraih Juara III kategori kain. Zaida Handmade mendapat Juara Harapan I kategori serat alam, sedangkan RSA meraih Juara Harapan III kategori logam dan bahan lainnya.

Heni berharap para pemenang tidak berhenti berkreasi setelah menerima penghargaan. Ia mendorong perajin memperluas pemasaran dan memanfaatkan peluang pasar nasional hingga internasional.

Dekranasda Kaltim, lanjutnya, akan terus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan promosi agar produk kerajinan lokal semakin dikenal luas.

Melalui ajang Dekranasda Award Kaltim 2026 ini, kerajinan khas Kaltim diharapkan semakin berkembang sekaligus menjadi bagian penting dari identitas budaya dan penggerak ekonomi daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button