Samarinda

Azam Arahan Ditemukan Meninggal di Sungai Mahakam, Duka Mendalam bagi Loa Janan Ilir

Samarinda, Sekaltim.co – Azam Arahan, siswa kelas 1 SDN 007 Loa Janan Ilir, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan. Namun, bocah laki-laki berusia 7 tahun itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia Rabu, 28 Januari 2026, siang. Temuan ini sekaligus memungkas penantian panjang yang penuh harap bagi keluarga.

Azam Arahan sebelumnya tenggelam di Sungai Mahakam pada Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 11.58 Wita, wilayah Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda.

Tubuh mungil Azam ditemukan mengapung di sekitar kawasan Jembatan Mahkota II, Samarinda, tepatnya di antara tongkang TB Mahkota dan TB Maria, sekitar pukul 12.40 WITA. Jarak penemuan mencapai kurang lebih 18 kilometer dari lokasi awal kejadian di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan jasad Azam pertama kali terlihat oleh seorang anak buah kapal (ABK) yang sedang bersandar di sekitar lokasi.

“Jasad korban pertama kali terlihat oleh ABK. Lokasinya sekitar 18 kilometer dari titik awal kejadian,” ujar Mardi, Rabu sore.

Dalam proses evakuasi, orang tua Azam turut hadir menyaksikan langsung. Meski kondisi tubuh korban telah membengkak akibat terlalu lama berada di air, keluarga memastikan identitas Azam dari pakaian terakhir yang dikenakan. Kaos putih bergambar dinosaurus kesayangannya dan celana pendek menjadi penanda terakhir bocah kecil itu.

Musibah ini bermula pada Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WITA. Azam dilaporkan terpeleset dan tenggelam di sekitar tambatan pemandian Sungai Mahakam. Informasi kejadian diterima tim SAR sekitar pukul 11.58 WITA. Saksi mata, Nenek Sarinem, mengaku sempat melihat korban berenang sebelum akhirnya menghilang.

Sejak hari pertama, pencarian dilakukan tanpa henti oleh tim SAR gabungan. Namun hingga hari kedua, Azam belum ditemukan. Orang tua korban tampak setia menunggu di tepi sungai, memeluk harapan yang perlahan terkikis oleh waktu dan arus sungai yang deras.

Mardi Sianturi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia juga menegaskan bahwa dengan ditemukannya Azam, operasi pencarian resmi ditutup.

Operasi pencarian sempat menghadapi kendala berupa arus sungai yang kuat dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun kerja keras tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil, meski berujung duka.

Kepergian Azam Arahan yang meninggal usai tenggelam di Sungai Mahakam meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi warga Loa Janan Ilir. Sebuah pengingat pahit bahwa sungai yang tampak tenang bisa menyimpan bahaya yang tak terduga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Sekaltim.co Ads

Silakan izinkan iklan jika memungkinkan. Dengan menonton iklan, Anda turut mendukung Sekaltim.co agar bisa terus menghadirkan konten gratis sebagai bagian dari komitmen kami merawat aspirasi dan memperkaya literasi. Terima kasih atas dukungan Anda!