Kutai Barat Incar Predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya pada 2026
Kubar, Sekaltim.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) menargetkan peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari kategori Madya menjadi kategori Nindya pada 2026. Target itu menjadi fokus dalam Rapat Gugus Tugas KLA yang digelar di Ruang Rapat II Bappelitbangda Kutai Barat, Kamis 23 April 2026.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kamisius Junaidi menegaskan target Kabupaten Layak Anak Kutai Barat bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak berjalan optimal.
“Melalui forum ini, kita memperkuat komitmen bersama untuk memastikan seluruh hak anak, mulai dari hak sipil hingga perlindungan khusus, dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Kamisius dalam keterangan tertulis, Kamis 23 April 2026.
Menurutnya, anak merupakan aset sekaligus investasi penting bagi masa depan daerah. Karena itu, kebijakan pembangunan harus berpihak pada kepentingan anak, termasuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.
Rapat yang dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), dan para camat se-Kutai Barat itu juga menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak.
Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah sinkronisasi data antarperangkat daerah sebagai elemen penting dalam mendukung proses penilaian KLA 2026.
Kamisius menekankan lima langkah strategis untuk mempercepat capaian target kategori Nindya. Pertama, memperkuat koordinasi lintas sektor. Kedua, meningkatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Ketiga, mengakomodasi aspirasi Forum Anak dalam penyusunan kebijakan. Keempat, memperkuat edukasi terkait lingkungan ramah anak. Kelima, mendorong inovasi program di tiap perangkat daerah.
Menurut dia, keberhasilan meraih predikat Nindya hanya dapat dicapai melalui kerja bersama dan kolaborasi seluruh pihak.
“Saya minta seluruh kepala perangkat daerah dan para camat proaktif dan cermat dalam melengkapi data dukung yang dibutuhkan. Keberhasilan ini hasil kerja bersama,” tegasnya.
Dalam rapat itu, dukungan terhadap usulan Forum Anak juga menjadi perhatian, termasuk rencana pembangunan Perpustakaan Ramah Anak yang terintegrasi dengan Taman Layak Anak.
Program tersebut dinilai menjadi salah satu inovasi yang dapat memperkuat indikator penilaian sekaligus menciptakan ruang tumbuh yang mendukung perkembangan anak.
Target peningkatan status KLA ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kutai Barat dalam memperkuat kualitas layanan publik berbasis hak anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga partisipasi anak dalam pembangunan.
Predikat Kabupaten Layak Anak kategori Nindya sendiri merupakan tingkatan yang menunjukkan kemajuan daerah dalam memenuhi indikator perlindungan dan pemenuhan hak anak secara lebih komprehensif.
Dengan sinergi lintas sektor, penguatan data, dan inovasi program, Pemkab Kutai Barat optimistis dapat meningkatkan capaian dari Madya ke Nindya pada 2026.
Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kutai Barat ini pun diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama, agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. (*)









