Atlet Gulat Kaltim Sumbang Emas dan Perak untuk Indonesia di SEA Games 2025
Sekaltim.co – Atlet gulat asal Kalimantan Timur (Kaltim) tampil membanggakan dalam ajang SEA Games 2025 Thailand. Kontribusi mereka turut mengantarkan Indonesia meraih medali, termasuk satu emas dan dua perak yang secara langsung dipersembahkan pegulat Kaltim dari nomor greco-roman dan gaya bebas.
Medali emas disumbangkan atlet gulat Kaltim, Muhammad Aliansyah, asal Samarinda. Dia menjadi jawara pada kelas greco-roman 67 kilogram putra.
Pegulat yang akrab disapa Bagong itu tampil dominan dan memastikan kemenangan setelah menundukkan wakil Vietnam, Bui Manh Hung, di partai final. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Bagong mencatat hat-trick emas SEA Games, setelah sebelumnya berjaya pada edisi 2011 dan 2023, serta meraih perak pada SEA Games 2009.
“Alhamdulillah, ini emas ketiga saya di SEA Games. Semua diraih lewat proses panjang dan pengorbanan,” kata Bagong seusai pertandingan, Kamis, 18 Desember 2025.
Sementara itu, medali perak dipersembahkan pegulat putri Kaltim, Mutiara Ayuningtyas, yang turun di kelas gaya bebas 53 kilogram. Mutiara harus puas di posisi kedua setelah kalah tipis dari pegulat senior Vietnam, Nguyen Thi Xuan, dalam laga final yang berlangsung ketat hingga detik terakhir.
Pelatih gulat putri Indonesia, Suryadi Gunawan, menilai Mutiara telah menunjukkan performa terbaiknya. Menurutnya, keberhasilan naik podium dalam dua edisi SEA Games berturut-turut menjadi bukti konsistensi dan potensi besar pegulat muda tersebut.
Medali perak lainnya diraih Ashar Ramadhani asal Kabupaten Paser. Bertanding di kelas greco-roman 97 kilogram, Ashar melaju ke final usai menyingkirkan wakil tuan rumah Thailand, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan pegulat Vietnam, Nguyen Minh Hieu.
Wakil Ketua I KONI Kaltim, Suprayogi, menyebut prestasi para pegulat menjadi kebanggaan daerah dan mempertegas posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan nasional di cabang olahraga gulat. Ia berharap capaian ini menjadi pemicu semangat menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi Kaltim 2026 serta kejuaraan internasional berikutnya.
Secara keseluruhan, tim gulat Indonesia mengakhiri SEA Games 2025 dengan raihan satu emas, enam perak, dan tiga perunggu, serta menempati posisi juara umum kedua di bawah Vietnam.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI), Trimedya Panjaitan, menilai hasil ini tetap patut diapresiasi meski jumlah medali menurun dibandingkan SEA Games 2023, mengingat berkurangnya jumlah kelas yang dipertandingkan.
“Perolehan medali di SEA Games 2025 ini turun dibandingkan SEA Games 2023 di Kamboja dengen raihan enam medali emas, enam perak, dan dua perunggu. Tapi saat itu ada 30 kelas yang dipertandingkan, setiap negara bisa ikut di 18 kelas, dan kita turun di 14 kelas yang sudah kita perhitungkan kuat,” kata Trimedya Panjaitan, 19 Desember 2025.
Perolehan prestasi atlet gulat Kaltim di ajang SEA Games Thailand ini menjadi kebanggaan prestasi tersendiri di akhir tahun 2025. (*)









