AnekaNews Sekaltim

Budaya Kutai Mendunia, Bakal Tampil di Thailand dan Spanyol

Sekaltim.co – Budaya Negeri Kutai kembali menembus panggung internasional alias mendunia. Pandji Keroan Koetai Bersatoe bersama Dewan Adat Awang Dayang Kalimantan Timur resmi diundang tampil dalam dua ajang budaya dunia pada tahun 2026.

Penampilan pertama budaya Kutai mendunia akan berlangsung di Songkran Festival di Bangkok pada 12–16 April 2026. Dalam ajang tersebut, delegasi Kutai menampilkan berbagai kesenian khas, seperti Tarian Pedalaman Negeri Kutai dan Tari Jepen Negeri Kutai.

Tak hanya pertunjukan, mereka juga menggelar workshop Tari Jepen serta mempromosikan produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) khas Kutai. Delegasi juga dijadwalkan menghadiri undangan dari kerajaan Thailand sebagai bagian dari rangkaian kegiatan budaya.

Selanjutnya, rombongan akan melanjutkan misi budaya ke Barcelona Spanyol pada 3–7 Juli 2026. Di sana, mereka akan menampilkan Tari Topeng Negeri Kutai, Tarian Pedalaman, serta mengadakan workshop seni ukir tradisional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang promosi budaya dan produk lokal Kutai di kancah internasional. Partisipasi tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap kekayaan seni dan tradisi Kalimantan Timur.

Ketua Pandji Keroan Koetai Bersatoe, Awang Irwan Setiawan, menyebut keikutsertaan ini bukan sekadar tampil, tetapi membawa identitas budaya daerah ke tingkat global.

“Ini bukan sekadar tampil, ini pengakuan dunia atas budaya Negeri Kutai,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Namun di balik pencapaian tersebut, ia menyoroti masih minimnya perhatian terhadap pelestarian budaya di daerah sendiri. Menurutnya, seni dan budaya di Kalimantan Timur masih sering berjalan dengan keterbatasan dukungan.

“Ironi di negeri sendiri, budaya sering kurang perhatian. Padahal ini adalah kekuatan daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa sudah saatnya budaya tidak hanya dijadikan simbol, tetapi menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar pelestarian budaya dapat berjalan berkelanjutan.

Meski menghadapi berbagai tantangan, komunitas budaya Kutai tetap berkomitmen untuk terus melangkah dan membawa nama daerah ke panggung dunia. Mereka berharap upaya ini dapat membuka mata banyak pihak akan pentingnya menjaga warisan budaya.

“Mohon doa dan dukungan. Beradat, bermartabat, mendunia,” tutup Awang.

Keikutsertaan budaya Kutai ini diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Kutai dan Kalimantan Timur (Kaltim) sehingga mendunia, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan perhatian terhadap seni dan budaya lokal di tanah air. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button