Nusantara

Kronologi Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar, 8 Orang Meninggal

Sekaltim.co – Proses evakuasi korban kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat (Kalbar) berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan tim evakuasi korban helikopter PK-CFX yang jatuh di Kalbar dari darat tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis 16 April 2026. Dari hasil pengamatan awal, ditemukan bekas sapuan baling-baling helikopter sepanjang kurang lebih 500 meter dengan arah menukik dari bawah ke atas.

Lokasi jatuhnya helikopter berada di dinding bukit curam di kawasan Puntak, Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, dengan kemiringan mencapai 65 derajat. Kondisi medan yang ekstrem menyulitkan proses evakuasi.

Helikopter ditemukan dalam kondisi hancur. Sebanyak tujuh korban ditemukan terjepit di dalam badan pesawat, sementara satu korban lainnya terlempar dan tersangkut di pohon sekitar satu meter dari lokasi utama.

“7 korban ditemukan di alam badan Helikopter terjepit dan 1 terlempar dan tersangkut di pohon 1 meter dari badan Helikopter, seluruh korban dalam kondisi MD,” demikian keterangan resmi Basarnas, Jumat 17 April 2026.

Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari. Pada pukul 22.03 WIB, seluruh korban berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya helikopter. Identifikasi awal dilakukan di lokasi berdasarkan data dari pihak perusahaan.

Setelah itu, jenazah korban dibawa ke titik kumpul di puncak bukit sebelum dipindahkan ke posko darurat. Proses ini memakan waktu cukup lama mengingat medan yang sulit dijangkau.

Keesokan harinya, Jumat 17 April 2026, pukul 06.00 WIB, seluruh jenazah tiba di posko dan langsung dibawa menggunakan ambulans menuju fasilitas militer di Sanggau.

Selanjutnya, pada pukul 09.15 WIB, jenazah diberangkatkan menggunakan helikopter Super Puma menuju Bandara Supadio, Pontianak. Penerbangan berlangsung sekitar 40 menit sebelum akhirnya seluruh korban dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi lanjutan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi.

“Semua meninggal dunia. Kru dua orang dan penumpang enam orang jadi total person on board (POB) 8 orang,” kata Noer Isrodin kepada wartawan di Jakara, Jumat, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi korban saat ini dilakukan di RS Bhayangkara Pontianak.

Dalam operasi ini, sejumlah armada ambulans dikerahkan, termasuk dari RSAU dr. M. Sutomo, Kopasgat, Bhayangkara, hingga ambulans desa dan swasta.

Sebelumnya dikabarkan helikopter yang jatuh merupakan milik PT Matthew Air Nusantara (PT MAN) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak lima menit setelah lepas landas dari Melawi menuju Kubu Raya pada Kamis pagi.

Baca: https://sekaltim.co/helikopter-airbus-jatuh-di-sekadau-kalbar-tim-sar-temukan-puing-di-kawasan-perbukitan/

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan setempat. Medan hutan lebat dan perbukitan terjal menjadi tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi.

Tragedi helikopter jatuh yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kalbar ini menjadi duka mendalam, sekaligus pengingat akan risiko tinggi dalam penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem seperti Kalimantan Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button