Pemprov Kaltim

El Nino 2026 di Kaltim Bikin Kukar Paling Terdampak Kekeringan

Sekaltim.co – Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) (Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat dampak kekeringan akibat fenomena El Nino tahun 2026 terluas terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar). Wilayah ini menjadi perhatian karena merupakan salah satu sentra produksi pertanian Kaltim.

Wilayah Kaltim yang terdampak kekeringan akibat El Nino di tahun 2026 juga terjadi di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Dua wilayah ini turut mengalami dampak cukup signifikan.

Menurut Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan, lahan pertanian yang terdampak sebagian besar berada pada kategori ringan dan sedang. Namun, sekitar 670 hektare mengalami kekeringan berat, sementara 333 hektare mengalami puso.

Fenomena El Nino memberi tekanan terhadap sektor pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga pertengahan September 2026, sekitar 2.620 hektare lahan pertanian tercatat terdampak kekeringan.

“Kalau kita lihat, yang terdampak kekeringan ini paling banyak di Kukar karena sebagai pusat produksi pertanian kita. Kemudian di Paser yang juga merupakan pusat produksi pertanian, dan yang ketiga cukup besar terdampak di bulan September di Penajam Paser Utara,” kata Fahmi saat menjadi pembicara terkait menjaga ketahanan pangan Kaltim, Selasa 22 September 2026, melalui sumber Berita Pemprov Kaltim.

Kukar Jadi Wilayah Paling Terdampak

Kondisi kekeringan paling terasa di kawasan sentra pangan yang masih mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan.

“Jadi, di lumbung-lumbung pangan yang mengalami dampak kekeringan terutama yang masih mengandalkan pada hujan,” jelas Fahmi.

Data DPTPH menunjukkan kondisi tersebut sudah terlihat sepanjang Agustus 2026.

Saat itu, total lahan pertanian yang terdampak kekeringan di seluruh Kaltim mencapai sekitar 2.730 hektare.

Rinciannya, 543,5 hektare masuk kategori ringan, 1.544 hektare sedang, 455 hektare terdampak berat, dan 187 hektare mengalami puso.

Lahan puso tersebut tersebar di Paser 49 hektare, Kukar 57 hektare, Kutai Timur 45 hektare, Berau 25 hektare, PPU 7,5 hektare, dan Mahakam Ulu 2 hektare.

Petani Didorong Gunakan Padi Tahan Kering

Pemerintah Kaltim telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga produksi pangan.

Salah satunya dengan mendorong petani menggunakan varietas padi berumur genjah dan lebih tahan terhadap kondisi kering.

“Yang sudah dilakukan selain mengingatkan, kemudian kita mengarahkan agar menggunakan varietas padi yang genjah, tahan kekeringan seperti jenis Inpari atau Inpara,” kata Fahmi.

Pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani di berbagai daerah.

Sebanyak 333 unit pompa telah tersebar di kabupaten dan kota. Pompa tersebut umumnya memiliki kapasitas 3–4 inci dan berasal dari dukungan pemerintah pusat maupun daerah.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan BBM secara terbatas untuk mendukung operasional pompa di wilayah yang kekurangan air.

Sebelumnya, sekitar 70 unit pompa juga telah didistribusikan pada 2023.

“Harapannya pompa ini tidak rusak. Usia peralatan kita itu tidak kurang dari delapan tahun. Cuma kadang penempatannya yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.

DPTPH Kaltim mendorong redistribusi pompa jika terdapat kelompok tani yang membutuhkan, tetapi belum mendapatkan peralatan.

Hujan Oktober Masih di Bawah Normal

Kondisi cuaca juga menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan identifikasi BMKG, hujan masih berpeluang turun pada Oktober 2026.

Namun, curah hujan diperkirakan masih berada di bawah rata-rata. Kondisi yang lebih basah diprediksi mulai terjadi pada November.

Periode basah tersebut diperkirakan tidak berlangsung panjang karena pengaruh El Nino masih berlanjut hingga awal 2027.

Karena itu, pemerintah meminta sarana pengairan yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal.

Langkah antisipasi kekeringan dampak El Nino di Kaltim tersebut diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi tekanan terhadap ketahanan pangan Kaltim selama periode kering. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button