Kubar

Pameran Pusaka Nusantara Warnai Dahau Sendawar 2025, Menjaga Warisan Leluhur

Kubar, Sekaltim.co – Peringatan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Dahau) Sendawar 2025 berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya dan tradisi khas daerah.

Salah satu agenda Dahau 2025 yang menarik perhatian publik adalah Pameran Pusaka Nusantara yang digelar di Taman Budaya Sendawar (Lamin Melayu) sejak Selasa, 28 Oktober 2025.

Pameran tersebut menjadi salah satu sorotan utama dari rangkaian Dahau Sendawar 2025, yang berlangsung selama 14 hari, mulai 23 Oktober hingga 5 November 2025.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Kutai Barat, Fredrick Edwin, yang didampingi Dandim 0912/Kutai Barat Letkol Inf Doni Fransisco, Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, Ketua Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar dr. Waluyo, dan sejumlah pejabat daerah.

Bupati Fredrick Edwin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar atas upayanya melestarikan nilai-nilai budaya melalui penyelenggaraan pameran ini.

“Indonesia sangat kaya akan sejarah dan budaya, termasuk dalam seni pembuatan pusaka. Kutai Barat pun memiliki keanekaragaman benda-benda pusaka yang mesti kita jaga bersama. Jangan sampai terkikis oleh arus budaya modern dari luar,” ujar Edwin.

Pameran ini memamerkan 76 jenis pusaka dari berbagai daerah di Indonesia, seperti keris, mandau, tombak, pedang, dugong, munyetn, hingga zambia.

Setiap pusaka memiliki nilai sejarah, filosofi, dan makna budaya yang mendalam.

Dua di antaranya merupakan koleksi pribadi Presiden RI Prabowo Subianto, sementara pusaka lainnya milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon, mantan Bupati Kutai Barat Ismail Thomas, serta sejumlah tokoh masyarakat Kutai Barat.

Ketua Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar, dr. Waluyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran benda bersejarah, melainkan juga media edukasi bagi generasi muda.

“Pusaka adalah simbol identitas bangsa. Dengan mengenal dan memahami nilai filosofinya, masyarakat akan lebih menghargai warisan leluhur,” jelasnya.

Selain pameran, Dahau Sendawar 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan tradisional seperti acara adat Ruratn, pameran UMKM, dan olahraga tradisional behempas yang digelar sejak hari pertama.

Bupati Fredrick Edwin berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai ajang memperkuat identitas budaya dan mempererat persatuan masyarakat Kutai Barat.

“Dengan begitu, para penempa mandau, pembuat keris, dan pelestari budaya lainnya akan terus memiliki regenerasi,” tutupnya.

Pameran Pusaka Nusantara di Taman Budaya Sendawar dalam agenda Dahau akan berlangsung hingga 5 November 2025 dan terbuka untuk masyarakat umum. Pemerintah mengajak seluruh warga untuk hadir, belajar, serta turut menjaga kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button