Samarinda

Pangdam Krido Pramono Resmikan Jembatan Garuda di Samarinda, Perlancar Akses Warga

Samarinda, Sekaltim.com – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meresmikan Jembatan beton Garuda TNI AD di Jalan Gotong Royong Gang Nusantara RT 30, Handil Bakti, Palaran, Samarinda, Rabu 22 April 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur melalui program Karya Bakti TNI AD bertajuk Negara Hadir untuk Rakyat.

Jembatan Garuda di Handil Bakti Samarinda ini dibangun sebagai solusi atas kebutuhan akses masyarakat yang selama ini terkendala keterbatasan infrastruktur. Kehadiran jembatan ini dinilai membuka konektivitas, memperlancar mobilitas warga, hingga mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Pangdam VI Mulawarman menegaskan pembangunan jembatan lahir dari semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah, Polri, dan masyarakat. “Kalau bukan karena cinta, saya tidak hadir untuk meresmikan jembatan ini. Artinya semua karena cinta—cinta TNI, cinta Polri, cinta pemerintah, dan cinta masyarakat—sehingga jembatan ini bisa terbangun,” kata Pangdam Krido.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi bukti gotong royong mampu menghadirkan solusi nyata. “Pembangunan ini hanya memakan waktu sekitar 16 hari. Ini bisa terwujud karena kebersamaan dan gotong royong seluruh pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat,” kata Krido Pramono.

Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional dengan target sekitar 7.000 jembatan dibangun tahun ini, terutama di daerah dengan keterbatasan akses transportasi.

Sementara itu, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul menambahkan, di wilayah Samarinda program Jembatan Garuda juga menyasar sejumlah titik strategis lain seperti Sempaja Utara dan Budaya Pampang. Program itu disebut berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Menurut Danrem, program Jembatan Garuda ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi solusi terhadap persoalan mobilitas warga.

“Di wilayah Korem 091/ASN, pembangunan jembatan Garuda TNI AD dilaksanakan di titik-titik strategis di Handil Bakti Palaran, Sempaja Utara, hingga Budaya Pampang. Ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar berbasis kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi solusi terhadap persoalan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ketua LPM Handil Bakti Sutrisno mengaku pembangunan jembatan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang telah lama dinantikan. Ia berharap warga menjaga jembatan sebagai aset bersama.

Peresmian turut dihadiri Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama unsur Forkopimda. Selain pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, kegiatan juga dirangkai groundbreaking enam jembatan lain di Rawamakmur, Bantuas, Bukuan, Lok Bahu, Lempake, dan Sungai Kapih.

Andi Harun mengapresiasi pembangunan yang dinilai cepat dan efektif. Menurutnya, pengerjaan sejak 25 Maret hingga 11 April 2026 menunjukkan disiplin kerja tinggi yang patut menjadi contoh.

“Pekerjaan kilat dari 25 Maret hingga 11 April 2026 ini mencerminkan disiplin militer yang luar biasa, yang patut menjadi standar kerja bagi seluruh pemerintahan kita. Ini juga merupakan eksekusi nyata dari visi Presiden melalui program ‘Negara Hadir untuk Rakyat,” tegasnya.

Ia menyebut Jembatan Garuda menjadi urat nadi baru yang memutus isolasi wilayah, mempercepat distribusi logistik, serta meningkatkan keselamatan pelajar dan masyarakat.

Tak hanya seremoni, Pangdam juga melakukan penebaran 10.000 benih ikan nila, penanaman pohon durian musang king, dan pembagian 100 paket bantuan kepada warga sekitar.

Kini Jembatan Garuda bentang pendek di Palaran Samarinda tak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi simbol kolaborasi dan harapan baru. Bagi warga Handil Bakti, jembatan beton ini menghadirkan perubahan nyata: akses lebih aman, distribusi barang lebih cepat, dan geliat ekonomi yang mulai tumbuh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button