Pemprov Kaltim Tindak Lanjuti Rencana Kerja Sama Jamkrida dan Jamkrindo
Sekaltim.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai mematangkan rencana kerja sama antara BUMD Jamkrida Kaltim dan BUMN Jamkrindo. Kolaborasi ini diharapkan membuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) makin terbuka.
Pembahasan tindak lanjut rencana kerja sama Jamkrida dan Jamkrindo ini berlangsung saat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima kunjungan jajaran manajemen PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) di Ruang Rapat Gubernur Kaltim, Selasa, 13 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan menuju kerja sama melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Rudy menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kolaborasi Jamkrida Kaltim sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) dengan Jamkrindo sebagai badan usaha milik negara (BUMN) bisa memperkuat ekosistem penjaminan kredit di daerah.
“Semoga ini menjadi ikhtiar bersama untuk menciptakan ekosistem penjaminan yang sehat, kuat, terintegrasi, dan tumbuh secara berkelanjutan,” kata Rudy dalam keterangan tertulis Pemprov Kaltim.
Kerja Sama Jamkrida dan Jamkrindo untuk UMKM Kaltim
Komisaris Independen PT Jamkrindo Muhammad Aras berharap Pemprov Kaltim segera merealisasikan dan mengoptimalkan kerja sama tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas penjaminan kredit, terutama bagi UMKM yang membutuhkan pembiayaan dalam skala besar.
Aras juga berharap kolaborasi ini bisa membantu mengatasi keterbatasan kapasitas penjaminan di daerah. Dengan begitu, kebutuhan kredit UMKM dan berbagai kegiatan Pemprov Kaltim bisa lebih terakomodasi.
“Semoga ini menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas penjaminan di daerah, Pak Gubernur, khususnya dalam mengakomodasi kebutuhan penjaminan kredit UMKM skala besar dan kegiatan Pemprov Kaltim,” ujar Aras.
Sektor UMKM yang terus berkembang memang membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai. Apalagi, pelaku usaha yang ingin naik kelas tentu membutuhkan akses modal lebih besar agar bisnisnya makin berkembang.
“UMKM di sini, Pak Aras, khususnya UMKM yang naik kelas, kelasnya kelas berat,” canda Rudy saat membuka pertemuan.
Ekonomi Kaltim Tembus Rp889 Triliun
Dalam kesempatan itu, Rudy memaparkan ekonomi Kaltim tumbuh sebesar 4,53 persen dengan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp889 triliun.
Perekonomian daerah masih ditopang sektor pertambangan dan penggalian sebesar 34,18 persen. Berikutnya, industri pengolahan menyumbang 20 persen, konstruksi 11,58 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 9,58 persen, serta perdagangan 7,62 persen.
Sementara itu, pertumbuhan lapangan usaha tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 13 persen.
Pemprov Kaltim berharap kerja sama Jamkrida dan Jamkrindo bukan sekadar seremoni. Kolaborasi ini diharapkan benar-benar membuka peluang pembiayaan, memperkuat UMKM, dan mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Pertemuan yang membahas kerja sama Jamkrida Kaltim dengan Jamkrindo tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekdaprov Kaltim Ujang Rachmad, Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih, serta Direktur Utama PT Jamkrida Kaltim Agus Wahyudin. (*)









