Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Investigasi Dimulai
Sekaltim.co – Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api di Bekasi Timur. Presiden datang ke RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026, pagi.
Kunjungan Presiden menjadi bentuk respons cepat pemerintah atas insiden tragis kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 14 penumpang dan melukai puluhan lainnya.
Setibanya sekitar pukul 08.30 WIB, Presiden Prabowo menuju poli bedah dan ruang perawatan Bougenville untuk melihat langsung kondisi korban. Dalam kunjungan itu, Prabowo juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pasien serta keluarga korban yang masih menjalani perawatan.
Presiden menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa akibat kecelakaan tersebut. Ia menegaskan seluruh korban luka harus mendapat penanganan medis optimal hingga pulih.
Pemerintah, kata Prabowo, juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
“Saya hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Jadi, saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana, tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” ujarnya kepada awak media.
Presiden juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait mengenai penanganan pascakejadian. Pemerintah menegaskan komitmen menangani insiden ini secara cepat, tepat, dan menyeluruh, termasuk mendalami dugaan kelalaian sistem dan prosedur darurat.
Kecelakaan bermula saat sebuah taksi green dilaporkan mogok di perlintasan rel Bekasi Timur dan tertabrak KRL. Insiden awal itu memicu gangguan di jalur, ketika KRL Commuter Line berhenti di stasiun karena jalur belum steril.
Dalam situasi tersebut, Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya diduga terlambat menerima sinyal darurat, lalu menabrak rangkaian KRL di depannya. Tabrakan beruntun yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB, Senin 27 April 2026, memicu kepanikan besar di Stasiun Bekasi Timur.
Gerbong yang mengalami dampak paling parah disebut merupakan gerbong khusus wanita, sehingga sebagian besar korban merupakan penumpang perempuan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan memastikan fokus utama saat ini adalah evakuasi korban serta pemulihan layanan.
“Telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api. Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba kepada wartawan, Senin 27 April 2026, malam.
Investigasi resmi atas kecelakaan kereta di Bekasi Timur kini mulai dilakukan untuk mengungkap penyebab utama kecelakaan dan mencegah tragedi serupa terulang. (*)









