Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo Bicara dari Hati ke Hati Soal Masa Depan RI
Sekaltim.co – Prabowo Subianto turun langsung memberikan pengarahan dalam agenda retret para Ketua DPRD se-Indonesia yang digelar di Lembah Tidar, kawasan Akademi Militer, Sabtu 18 April 2026. Momen ini jadi sorotan karena diikuti ratusan pimpinan legislatif daerah dari seluruh Indonesia.
Acara retret ketua DPRD bertajuk Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) ini diikuti 503 Ketua DPRD, dengan total peserta mencapai 546 orang. Kegiatan ini digelar oleh Lemhannas RI sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah.
Mengusung tema besar “Memperkuat Peran Pimpinan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota guna Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini jadi ruang penting buat menyatukan visi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam arahannya, Prabowo tampil cukup santai tapi tegas. Ia memilih bicara tanpa banyak formalitas, bahkan menyebut ingin ngobrol “dari hati ke hati” dengan para peserta.
“Saya datang ke sini sebagai anak bangsa. Saya ingin bicara apa adanya,” ujar Prabowo di hadapan ratusan Ketua DPRD.
Menariknya, Presiden mengungkap bahwa dirinya sempat disarankan oleh staf untuk tidak hadir langsung. Namun, ia menolak dan memilih datang sendiri karena menganggap forum ini punya nilai strategis besar.
“Saya diberi saran bisa diwakili, tapi saya anggap penting hadir langsung karena ini seluruh Ketua DPRD dari Indonesia,” tegasnya.
Di momen itu, Prabowo juga menekankan bahwa semua yang hadir punya satu kesamaan: sama-sama patriot bangsa. Menurutnya, perbedaan latar belakang bukan jadi penghalang, tapi justru kekuatan untuk membangun Indonesia.
“Saya jumpa saudara-saudara dengan satu praanggapan bahwa kita semua di tenda ini adalah patriot,” ucapnya.
Dalam suasana yang cukup cair, Prabowo juga mengingatkan bahwa apa yang akan ia sampaikan mungkin tidak selalu nyaman didengar. Namun, hal itu ia lakukan demi kepentingan negara.
“Mungkin ada yang tersinggung, mungkin ada yang sedih. Tapi ini untuk bangsa dan negara,” katanya.
Retret ini sendiri bukan sekadar kumpul formal. Para peserta mendapat berbagai materi penting, mulai dari konsep Asta Cita, ketahanan nasional, hingga hubungan antara legislatif dan eksekutif.
“Sebagai anak bangsa hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati. Saya ingin bicara apa adanya,” ucapnya.
Selain itu, ada juga diskusi kelompok, pelatihan kepemimpinan, hingga kegiatan lapangan yang menekankan disiplin dan kebersamaan. Tujuannya jelas: membentuk pimpinan DPRD yang berkarakter kuat dan punya visi kebangsaan yang solid.
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak pemimpin daerah yang bukan hanya paham politik, tapi juga punya integritas dan jiwa negarawan.
Menurutnya, peran DPRD ke depan makin krusial, terutama dalam mendukung kebijakan strategis nasional di tengah dinamika global yang makin kompleks.
Prabowo pun menutup arahannya dengan pesan kuat: kemajuan Indonesia tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tapi juga pada kekuatan kepemimpinan di daerah.
Ia berharap para Ketua DPRD bisa jadi motor penggerak pembangunan yang berpihak pada rakyat dan menjaga semangat persatuan.
Dengan atmosfer kebangsaan yang kental dalam retret ketua DPRD di Lembah Tidar, agenda ini jadi momentum penting untuk menyatukan langkah menuju visi besar Indonesia Emas 2045. (*)









