Mengenal Sempidan Biru yang Terekam Kamera Jebak BKSDA Kaltim
Sekaltim.co – Keberadaan Sempidan Biru kembali terekam di hutan Kalimantan. Satwa langka itu tertangkap kamera jebak dan video rekamannya diunggah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim).
Sempidan Biru itu tampak sedang memperlihatkan aktivitas alaminya di belantara hutan. Dalam video yang diunggah pada Rabu 15 April 2026, tampak burung eksotis tersebut berjalan di antara semak belukar hutan belantara.
Warna bulu kebiruan metalik yang khas membuatnya tampak mencolok di tengah rimbunnya vegetasi. BKSDA Kaltim menyebut, kemunculan satwa dilindungi ini menjadi indikator penting bahwa ekosistem hutan masih terjaga dengan baik.
“Sebagai satwa yang dilindungi undang-undang, kehadirannya di alam liar merupakan indikator penting kesehatan ekosistem hutan kita,” tulis BKSDA Kaltim dalam keterangannya.
Sempidan Biru merupakan burung dari keluarga Phasianidae atau ayam-ayaman yang hidup di kawasan hutan hujan tropis. Spesies ini dikenal sebagai salah satu fauna endemik Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatra.
Burung jantan memiliki ciri khas bulu hitam kebiruan mengilap dengan jambul di kepala serta kulit wajah berwarna biru terang. Sementara itu, betina cenderung berwarna cokelat kusam sebagai bentuk kamuflase alami dari predator.
Terdapat perbedaan karakteristik antar wilayah. Di Sumatra, subspesies Lophura ignita rufa memiliki kombinasi warna hitam dan putih pada ekor. Sedangkan di Kalimantan, subspesies Lophura ignita nobilis memiliki ekor putih kekuningan serta warna perut oranye cerah pada jantan.
Selain keindahannya, burung ini juga memiliki perilaku unik. Pejantan kerap melakukan ritual “wiring”, yakni mengepakkan sayap dengan cepat hingga menghasilkan suara seperti deru mesin. Perilaku ini digunakan untuk menarik perhatian betina atau menandai wilayah kekuasaan.
Habitat utama Sempidan Biru adalah lantai hutan tropis, mulai dari hutan primer, hutan dataran rendah, hingga rawa gambut. Mereka tergolong omnivora dengan makanan berupa biji-bijian, buah jatuh, serangga, hingga hewan kecil.
Namun, di balik keindahannya, spesies ini menghadapi ancaman serius. Berdasarkan status konservasi global, Sempidan Biru masuk kategori rentan (vulnerable). Populasinya terus menurun akibat hilangnya habitat dan perburuan liar.
Deforestasi yang masif serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan permukiman menjadi ancaman utama. Selain itu, burung ini juga kerap diburu untuk diperdagangkan sebagai satwa hias.
Pemerintah melalui BKSDA menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian habitat satwa liar, termasuk Sempidan Biru. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan luas dari masyarakat.
Melalui publikasi video Sempidan Biru ini, BKSDA berharap kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi semakin meningkat. Keberadaan “permata biru” hutan Kalimantan ini diharapkan tetap terjaga untuk generasi mendatang. (*)









