PerkaraSamarinda

Truk CPO Terguling di Samarinda, DLH Identifikasi Tumpahan Minyak ke Drainase

Samarinda, Sekaltim.co – Truk pengangkut minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) terguling di Jalan KH Wahid Hasyim 2 Samarinda. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan cemaran lingkungan akibat tumpahan CPO dari truk pengangkut tersebut.

Insiden truk CPO terguling di Samarinda yang terjadi pada 5 Mei 2026 itu langsung mendapat perhatian serius. DLH mengkhawatirkan tumpahan minyak mencemari drainase hingga berpotensi menyebar ke badan air di sekitar lokasi kejadian.

Pada Rabu 6 Mei 2026, tim DLH Samarinda turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi dampak lingkungan akibat tumpahan minyak sawit tersebut.

Tim yang diterjunkan terdiri dari Iwan Setiawan dan Khairunnisa selaku Pengendali Dampak Lingkungan. Selain itu ada juga Akhmad Suriansyah selaku PPNS DLH Samarinda, Zulkarnain selaku Staf Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, serta Rosaria Meysara dan Syahril selaku Staf Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup.

Dalam keterangan resmi, DLH Samarinda menyebut kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi dampak awal pencemaran lingkungan, terutama pada saluran drainase jalan dan kemungkinan penyebaran limbah minyak ke aliran air lain di sekitar kawasan tersebut.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan identifikasi awal terhadap dampak cemaran lingkungan yang terjadi, khususnya pada media lingkungan berupa drainase jalan serta potensi penyebaran ke badan air di sekitarnya,” tulis DLH Samarinda dalam keterangan resminya, 6 Mei 2026.

Selama di lapangan, tim melakukan observasi langsung pada titik kejadian, mendokumentasikan kondisi lingkungan terdampak, hingga memeriksa karakteristik cemaran minyak yang masuk ke saluran drainase.

Petugas juga melakukan penelusuran aliran drainase guna mengetahui sejauh mana sebaran minyak CPO tersebut bergerak mengikuti arus air.

Hasil sementara menunjukkan adanya indikasi cemaran minyak di beberapa saluran drainase sekitar lokasi truk terguling. Kondisi ini dinilai cukup berisiko apabila tidak segera ditangani karena minyak dapat terus menyebar dan memengaruhi kualitas lingkungan sekitar.

Selain mencemari drainase, tumpahan CPO juga berpotensi masuk ke badan air yang lebih besar apabila aliran air hujan meningkat atau sistem drainase terus mengalir ke kawasan lain.

Karena itu, DLH Samarinda menegaskan perlunya langkah penanganan lanjutan untuk mencegah dampak pencemaran yang lebih luas.

Hasil investigasi lapangan nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis penanganan dan pemulihan lingkungan. Selain itu, temuan tersebut juga dapat digunakan dalam proses penegakan hukum sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus truk CPO terguling di Samarinda ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas pengangkutan bahan industri, khususnya yang berpotensi mencemari lingkungan apabila terjadi kecelakaan di jalan raya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button