Presiden Tanggapi Isu Jalan-Jalan ke Luar Negeri, Tegaskan Demi Kepentingan Negara
Sekaltim.co – Presiden Prabowo Subianto buka suara soal anggapan yang menyebut dirinya sering bepergian ke luar negeri hanya untuk bersenang-senang. Ia menegaskan, seluruh kunjungan tersebut murni untuk kepentingan negara, bukan liburan.
Tanggapan atas isu presiden sering ke luar negeri itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
“Sekarang ini enggak ada libur. Saya dibilang “Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri” ya kan. Saudara-saudara, Untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana,” ujar Prabowo di hadapan sekitar 800 pejabat negara yang hadir, disiarkan live di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 8 April 2026.
Menurutnya, kunjungan luar negeri yang ia lakukan merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi, ekonomi, dan kerja sama internasional.
Diplomasi Bukan Liburan
Prabowo menegaskan, setiap lawatan ke luar negeri memiliki tujuan jelas, mulai dari menarik investasi, memperkuat perdagangan, hingga menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang yang menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk komitmen bisnis yang berdampak langsung bagi Indonesia.
Tak hanya itu, Presiden juga menyampaikan tujuan rapat kerja ini untuk memberikan gambaran betapa pentingnya posisi Indonesia di mata dunia.
“Maksud dan tujuan saya pengarahan ini adalah karena pentingnya peran kita, makanya kita juga harus memimpin bangsa ini, mengendalikan bangsa ini dengan baik, dengan tepat, dan dengan handal,” tegasnya.
Deretan Kunjungan Presiden ke Luar Negeri 2026
Sepanjang 2026 hingga awal April, Prabowo tercatat aktif melakukan kunjungan ke berbagai negara strategis. Total kunjungannya bahkan mendekati 49 kali dalam 18 bulan masa jabatannya.
Beberapa kunjungan penting Presiden ke luar negeri selama 2026 di antaranya:
| Tanggal | Negara | Tempat Utama | Rincian Singkat |
| 18–21 Januari | Britania Raya | London | Pertemuan dengan PM Keir Starmer di 10 Downing Street, diskusi kerja sama bilateral, dan pertemuan dengan Raja Charles III tentang lingkungan & konservasi. |
| 21–23 Januari | Swiss | Davos | Hadiri World Economic Forum (WEF) 2026, bahas Danantara dan kebijakan sosial. |
| 23–24 Januari | Prancis | Paris | Pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Élysée Palace. |
| 17–21 Februari | Amerika Serikat | Washington, D.C. | Hadiri KTT Board of Peace, pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump (perdagangan & isu Gaza). |
| 23–24 Februari | Britania Raya | London | Observasi penandatanganan kerja sama Arm Limited dengan Danantara. |
| 24–25 Februari | Yordania | Amman | Pertemuan dengan King Abdullah II, bahas isu regional. |
| 25–26 Februari | Uni Emirat Arab | Abu Dhabi | Pertemuan dengan Presiden Mohamed bin Zayed dan pemimpin emirates lain. |
| 29–31 Maret | Jepang | Tokyo | Kunjungan kehormatan ke Kaisar Naruhito, pertemuan dengan PM Sanae Takaichi, komitmen bisnis besar. |
| 31 Maret – 2 April | Korea Selatan | Seoul | Pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung, tingkatkan kemitraan strategis, terima penghargaan Grand Order of Mugunghwa. |
Tetap Aktif di Dalam Negeri
Meski intens melakukan kunjungan luar negeri, Prabowo juga tetap aktif menjalankan agenda dalam negeri. Sejumlah kunjungan kerja dilakukan ke berbagai daerah untuk meresmikan proyek hingga meninjau program strategis.
Beberapa di antaranya seperti panen raya di Karawang, peresmian sekolah di Malang, hingga proyek energi di Balikpapan.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara diplomasi global dan pembangunan nasional.
Fokus Amankan Energi dan Ekonomi
Isu energi, khususnya minyak, menjadi salah satu fokus utama Prabowo dalam berbagai kunjungan luar negeri. Ia menilai, stabilitas pasokan energi sangat krusial bagi keberlangsungan ekonomi Indonesia.
Karena itu, ia tidak ragu melakukan diplomasi langsung ke berbagai negara untuk memastikan kepentingan Indonesia tetap aman.
Pernyataan tegas Prabowo ini sekaligus menjawab kritik publik terkait intensitas perjalanannya ke luar negeri.
Pesan untuk Jajaran Pemerintah
Di akhir arahannya, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja secara maksimal dalam mengelola negara.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat, tepat, dan responsif terhadap tantangan global maupun domestik.
Dengan berbagai agenda yang dijalankan, Prabowo ingin memastikan bahwa setiap langkah pemerintah benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat.
Presiden menegaskan ke luar negeri bukan soal jalan-jalan tetapi ini soal tugas negara. Hal ini menjadi pesan kuat yang ingin disampaikan Presiden. (*)









