Nusantara

Pidato Presiden di Sidang Tahunan MPR 14 Agustus 2026: Klaim Capaian Pemerintah dan Janji Selesaikan Masalah Rakyat

Sekaltim.co – Presiden Prabowo Subianto sampaikan pidato saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir dalam agenda kenegaraan tersebut. Sejumlah mantan pemimpin nasional juga tampak hadir. Mereka antara lain Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.

Sidang Tahunan MPR Menjadi Forum Akuntabilitas Negara

Sidang Tahunan MPR memiliki dasar operasional dalam Pasal 151 ayat (2) Peraturan MPR Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Tertib MPR.

Sejak 2015, forum ini menjadi ruang penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara kepada masyarakat. Sidang Tahunan juga berfungsi memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan komunikasi antarlembaga negara.

Forum tersebut bukan tempat untuk mengambil keputusan terhadap laporan kinerja lembaga negara. Sidang Tahunan lebih menjadi ruang refleksi mengenai perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Sidang Bersama DPR dan DPD memiliki agenda berbeda. Forum tersebut mempertemukan anggota DPR dan DPD untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden sebelum pembukaan tahun sidang.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI sekitar pukul 08.10 WIB. Ia disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.

Rangkaian acara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Peserta kemudian mengikuti mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Ketua MPR Ahmad Muzani selanjutnya membuka Sidang Tahunan MPR. Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin kemudian menyampaikan pidato pengantar Sidang Bersama DPR dan DPD.

Ahmad Muzani mengatakan Sidang Tahunan bukan sekadar agenda konstitusional. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen menjaga persatuan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan politik tidak berubah menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan. “Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” kata Muzani.

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya.

Presiden menyebut pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun.

Prabowo mengatakan pemerintah bekerja dengan empat pedoman utama.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan,” kata Presiden.

Pertama, menjalankan amanat UUD 1945. Kedua, menjaga kepentingan inti nasional dan mengelola kekayaan bangsa untuk kemakmuran rakyat. Ketiga, menyelesaikan kesulitan rakyat secepat mungkin. Keempat, memastikan kebijakan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat serta generasi penerus.

Pemerintah Klaim Capai Swasembada Pangan

Salah satu capaian yang disampaikan Prabowo adalah swasembada pangan.

Presiden mengatakan target yang semula diperkirakan tercapai dalam empat tahun dapat diwujudkan lebih cepat. Pada 2026, pemerintah menyatakan telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan.

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Namun, Prabowo menyebut pemerintah masih mengejar swasembada daging. Target tersebut diperkirakan membutuhkan waktu lima sampai enam tahun ke depan.

Di sektor pupuk, pemerintah disebut telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Presiden juga menyampaikan ketersediaan pupuk meningkat, sementara keuntungan PT Pupuk Indonesia disebut naik 252,8 persen.

“Tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Saudara-saudara, kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah akan kita capai dalam 5-6 tahun ke depan,” kata Prabowo.

B50 Disebut Hentikan Impor Solar

Prabowo juga menyoroti sektor energi.

Melalui penerapan B50 berbasis kelapa sawit, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026.

Menurut Presiden, kebijakan tersebut mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Selain energi, Prabowo menyebut program makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi telah berjalan.

Ia menegaskan program-program tersebut bukan lagi sekadar rencana. Pemerintah menyatakan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.

Prabowo Tegaskan Pemerintah Belum Boleh Berpuas Diri

Di tengah berbagai capaian yang disampaikan, Prabowo mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Pemerintah harus memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh rakyat.

Prabowo menegaskan mandat rakyat bukan untuk menjelaskan alasan sebuah masalah tidak selesai. Mandat tersebut adalah menyelesaikan masalah dan mengatasi kesulitan masyarakat.

“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat,” ungkap Presiden.

Presiden juga mengatakan dalam pidato 14 Agustus 2026 ini bahwa pemerintah memilih mengambil keputusan sulit saat ini agar tidak mewariskan persoalan yang lebih berat kepada generasi berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button