NusantaraWacana

Mentan Amran Sulaiman Bakal Panggil Importir Usai Harga Kedelai Naik, Siapkan Langkah Stabilkan Harga

Sekaltim.co – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman merespon kenaikan harga kedelai mulai bikin resah pelaku usaha tempe dan tahu.

Menurut Mentan Amran Sulaiman pemerintah bakal langsung gerak cepat dan berencana mengumpulkan para importir kedelai untuk duduk bareng bahas stabilitas harga.

Hal itu disampaikan Amran saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 7 April 2026. Ia menegaskan, importir diminta tidak menaikkan harga seenaknya, apalagi sampai memberatkan masyarakat kecil.

“Kedelai nanti kita minta kepada seluruh importir jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Marilah kita menjaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati perasaan peduli kepada Saudara-Saudara kita,” kata Amran dikutip dari Antara.

Kenaikan harga kedelai sudah terasa di lapangan dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya di Cipondoh, Tangerang. Produsen tahu mengeluhkan lonjakan harga kedelai impor dari Rp9.600 menjadi Rp11.000 per kilogram. Dampaknya, omzet harian mereka turun dari Rp200 ribu jadi Rp150 ribu.

Kondisi ini jelas bikin pelaku UMKM terpukul. Soalnya, kedelai adalah bahan utama produksi tahu dan tempe yang jadi makanan favorit masyarakat Indonesia. Kalau harga bahan baku naik, otomatis harga jual ikut terdorong, dan ujung-ujungnya konsumen juga kena imbas. Belum lagi dampak kenaikan harga plastik yang turut membebani pelaku UMKM.

Amran mengaku saat ini pihaknya masih mendalami penyebab pasti kenaikan harga kedelai. Ia juga akan berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk menyiapkan langkah intervensi yang tepat.

Di sisi lain, kabar baik datang dari sektor beras. Amran memastikan stok beras nasional saat ini dalam kondisi sangat aman, bahkan disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Pertama, Alhamdulillah stok kita 4,6 juta ton hari ini. Bulan April, Insya Allah bisa 5 juta ton dan ini tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Angka ini jauh di atas rata-rata tahun sebelumnya yang biasanya hanya berkisar 1,5 hingga 2 juta ton di periode yang sama. Artinya, stok beras saat ini meningkat hingga tiga kali lipat.

Pemerintah juga sudah mengantisipasi potensi krisis akibat fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino. Selain stok di gudang, cadangan beras juga tersebar di sektor hotel, restoran, dan kafe sebesar 12,5 juta ton. Ditambah lagi dengan tanaman siap panen yang mencapai 11 juta ton.

Kalau ditotal, cadangan beras nasional bisa mencapai 28 juta ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 sampai 11 bulan ke depan.

“Itu kalau 28 juta ton itu cukup untuk 10,7 bulan sampai 11 bulan ke depan,” kata Amran.

Amran Sulaiman tetap mengingatkan pentingnya menjaga empati di tengah situasi global yang penuh tantangan. Ia berharap semua pihak, termasuk importir, bisa ikut menjaga stabilitas harga pangan. “Mari kita jaga stabilitas harga pangan, dan kita ada empati, ada perasaan peduli saudara-saudara kita,” kata Amran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button